🌙

Hilal Checker

🌕 Hilal Checker

Metode Hisab & Rukyat Modern

â„šī¸ Informasi Sistem

â–ŧ

Aplikasi ini mendukung metode Hisab dan Rukyat Hilal berbasis lokasi pengguna secara presisi. Seluruh parameter yang ditampilkan mencerminkan kondisi nyata (real-time) benda langit di posisi Anda, yang dihitung secara matematis menggunakan algoritma astronomi modern.

Untuk memberikan fleksibilitas, aplikasi ini menyediakan dua mode perhitungan yang dapat Anda pilih:

1. MODE HISAB (Sistem Astronomi Murni)
Mode ini menggunakan perhitungan matematis dan geometris posisi Bulan terhadap Bumi secara terus-menerus tanpa terikat batas wilayah atau pengamatan visual. Pergantian bulan baru dalam Mode Hisab murni didasarkan pada terjadinya peristiwa Ijtima' (Konjungsi) sebelum Matahari terbenam, terlepas dari apakah posisi Bulan sudah cukup tinggi untuk dilihat atau belum.

2. MODE HYBRID (Sistem MABIMS - Kementerian Agama RI)
Mode ini menggabungkan perhitungan astronomi akurat dengan kemungkinan keterlihatan hilal di lapangan (Imkan Rukyat). Mode Hybrid tidak hanya melihat apakah konjungsi sudah terjadi, tetapi juga menguji apakah posisi hilal pada petang hari tersebut secara ilmiah sudah memenuhi batas minimal untuk dapat diindera oleh mata manusia atau alat optik.

Kapan Pengamatan (Rukyat) Dilakukan?
Sesuai dengan kaidah astronomi praktis, aktivitas rukyat hilal untuk menentukan awal bulan berikutnya selalu dilaksanakan pada petang hari ke-29 bulan berjalan, tepat saat Matahari terbenam. Pada momen inilah kriteria visibilitas akan diuji.

Dalam Mode Hybrid, penentuan awal bulan mengacu pada kriteria Imkan Rukyat MABIMS yang mewajibkan terpenuhinya syarat-syarat berikut saat petang hari ke-29 tersebut:
* Telah terjadi Ijtima' (Konjungsi), yaitu kondisi ketika posisi Bulan dan Matahari berada pada bujur astronomis yang sama.
* Ketinggian Hilal saat Matahari terbenam minimal 3° di atas ufuk.
* Elongasi Geosentrik (jarak sudut antara Bulan dan Matahari) minimal 6,4°.

Implikasi Kriteria (Mode Hybrid):
❌ Belum Memenuhi Syarat pada Hari ke-29: Bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (Istikmal).
✅ Memenuhi Syarat pada Hari ke-29: Malam tersebut resmi memasuki awal bulan baru.

Perpaduan kedua mode ini dirancang untuk menjembatani berbagai metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia, baik melalui pendekatan hisab murni maupun rukyat praktis. (Baca penjelasan lengkap di bagian bawah aplikasi).

⏰ Tanggal dan Waktu

Memuat...

Memuat...

📍 Lokasi

Memuat...

Memuat...

â˜€ī¸ Data Matahari

Azimuth ...
Tinggi ...
Terbit ...
Terbenam ...

🌙 Data Hilal

Azimuth ...
Tinggi ...
Elongasi ...
Umur ...
Cahaya ...

📝 Status Hilal

Memuat...
Memuat...

🔭 Visibilitas Hilal

Metode Yallop ...
Metode Odeh ...
Visibility Score 0%
Status Ijtima ...

Ijtima Terakhir ...
Ijtima Berikutnya ...
Menuju Ijtima ...

🔭 Penjelasan Rukyat

â–ŧ

🌌 Planetarium Hilal

UFUK 0°