Aplikasi ini mendukung metode Hisab dan Rukyat Hilal berbasis lokasi pengguna secara presisi. Seluruh parameter yang ditampilkan mencerminkan kondisi nyata (*real-time*) benda langit di posisi Anda, yang dihitung secara matematis menggunakan algoritma astronomi modern.
Sistem penanggalan dalam aplikasi ini mengacu pada kriteria Imkan Rukyat MABIMS. Berdasarkan kriteria ini, awal bulan baru hanya dapat ditetapkan jika hilal secara ilmiah memungkinkan untuk diamati. Ketetapan tersebut mewajibkan terpenuhinya syarat-syarat berikut:
* Telah terjadi Ijtima' (Konjungsi), yaitu kondisi ketika posisi Bulan dan Matahari berada pada bujur astronomis yang sama.
* Ketinggian Hilal saat Matahari terbenam minimal 3ยฐ di atas ufuk.
* Elongasi Geosentrik (jarak sudut antara Bulan dan Matahari) minimal 6,4ยฐ.
Implikasi Kriteria:
โ Belum Memenuhi Syarat: Bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (Istikmal).
โ Memenuhi Syarat: Malam tersebut resmi memasuki awal bulan baru.
Metode ini sejalan dengan kaidah fikih dan astronomi praktis yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. (Baca penjelasan lengkap di bagian bawah aplikasi).