Aplikasi ini bukan merupakan keputusan final untuk menentukan awal bulan baru dalam Kalender Hijriah, hanya digunakan untuk rukyat lokal, namun semua data yang ditampilkan dalam aplikasi ini merupakan kondisi hilal secara nyata di lokasi pengguna yang dihitung menggunakan rumus astronomi.
Logikanya begini, jika hilal di lokasi anda tidak terlihat namun hilal terlihat di salah satu daerah di Indonesia misalnya di Aceh, Papua, atau daerah lain maka pemerintah memutuskan besoknya sebagai awal bulan baru, tapi sebaliknya jika hilal terlihat di lokasi anda dan hilal tidak terlihat di daerah lain maka aplikasi ini bisa dijadikan acuan untuk menentukan awal bulan baru
Aplikasi ini menggunakan metode Imkan Rukyat, yaitu:
awal bulan hanya ditetapkan jika hilal memungkinkan untuk terlihat. Penentuan awal bulan harus terpenuhi syarat Tinggi Bulan โฅ 3ยฐ, Elongasi Bulan โฅ 6.4ยฐ dan Umur Bulan โฅ 8 jam sejak terjadinya Ijtima (konjungsi) yaitu Bulan dan Matahari berada pada posisi sejajar. (Baca penjelasan yang ada di bagian bawah aplikasi ini).
Dalam kalender Hijriah, hari memang dimulai saat Maghrib.
Namun tanggal baru tidak selalu langsung dimulai saat Maghrib.
Jadi walaupun sudah Maghrib:
โ Jika hilal belum memenuhi syarat โ bulan digenapkan (Istikmal)
โ Jika hilal memenuhi syarat โ masuk bulan baru
Hal ini sesuai dengan praktek rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah.